|
|
 |
| JAKARTA
TEMPO DULU |
OUD
BATAVIA
(halaman 2 dari 3) |
| Sepeninggal
JP Coen (1629), perkembangan kota makin pesat di bawah
Gubernur Jendral Jacques Specx. Kali Besar yang semula
berkelok diluruskan menjadi parit terurus dan lurus menerobos
kota. Kastil atau benteng yang adalah tempat kediaman
dan kantor pejabat tinggi pemerintah VOC di keempat kubunya
ditempatkan meriam serta tentara untuk menjaga kediaman
pejabat tinggi itu serta barang-barang berharga yang tersimpan
di balik tembok kuatnya. |
|
|
|
| Jacques Specx, ayah
Sara dan pengganti Coen (1629-1632) dan penerima
medali emas. |
|
|
Di seberang
kali Besar dan kubangan yang menjorok ke barat laut, didirikan
Bastion Culemborg untuk mengamankan pelabuhan. Bastion
atau kubu ini sekarang masih ada. Pada tahun 1839 Menara
Syahbandar didirikan di dalamnya. Di belakang tembok kota,
yang mulai berdiri dari Culemborg lalu mengelilingi seluruh
kota sampai tahun 1809, dibangun berbagai gudang di tepi
barat (pertengahan abad ke-17). Gudang-gudang ini dipakai
untuk menyimpan barang dagangan seperti pala, lada serta
kemudian kopi serta teh. Sebagian besar gudang penting
ini sekarang digunakan sebagai Museum Bahari. |
|
|
| Lebih
tua dari semua gudang tersebut adalah Compagnies Timmer-en Scheepswerf
(Bengkel Kayu dan Galangan Kapal Kumpeni). Tanah tempat Museum
Bahari berdiri pada waktu galangan ini mulai beroperasi masih
merupakan rawa-rawa dan empang. Galangan kapal sudah berfungsi
di tempat sekarang ini juga sejak 1632, di atas tanah urukan
di tepi barat Kali Besar. Sampai penutupan Ciliwung di Glodok
(1920), Kali Besar ini menyalurkan air Ciliwung ke Pasar Ikan.
Tetapi, kini hanya air Kali Krukut sajalah yang mengalir melalui
Kali Besar. |

|
Gudang Gandum VOC dari pertengahan
abad 18 dilihat (disebelah kiri) dari suatu tempat sebelah
timur laut Benteng Batavia, sekarang kampung Bandan (gambar
atas). Bangunan yang sama diambil dari sudut tenggara
(kiri bawah). Bekas lorong pemisah antara dua jajaran
gudang yang memanjang (kanan bawah). |
 |
Kubu Culemborg (1645)
dengan Menara Syahbandar (Uitkijk) pada masa kini.
|
|
| Tentang
Kali Besar ini, hingga awal abad ke-18 merupakan daerah elit
Batavia. Di sekitar kawasan ini juga dibangun rumah koppel yang
dikenal kini sebagai Toko Merah, karena balok, kusen dan papan
dinding dalamnya dicat merah. Rumah ini dibangun sekitar tahun
1730 oleh G.von Inhoff sebelum ia menjabat gubernur jenderal.
Pada abad ke-18 ini pula, Batavia menjadi termasyhur sebagai
Koningin van het Oosten (Ratu dari Timur), karena bangunannya
dan lingkungan kotanya demikian indah bergaya Eropa yang muncul
di benua tropis. |
|
| <<
Sebelumnya |
Selanjutnya
>> |
|
 |