|
|
 |
| JAKARTA
TEMPO DULU |
MENUJU JAYAKARTA
(halaman 1 dari 2) |
| Catatan
sejarah mengenai masyarakat pertama kali yang bermukim
dan hidup secara teratur di kawasan yang kini dinamakan
Jakarta, diduga adalah penduduk Kerajaan Tarumanegara,
sekitar abad ke-5. Saksi tertua akan informasi tersebut
adalah Prasasti Tugu, yang hampir seribu empat ratus tahun
lamanya tertanam di desa Batu Tumbuh (Tugu), Jakarta Utara,
dan pada tahun 1911 dipindahkan ke Museum Nasional. Bekas
tempat berdirinya prasasti itu kini tertutup jalan aspal,
walaupun inilah monumen historis tertua tentang Jakarta. |
|
|
|
|
Abad ke 8 kapal-kapal dari
Jawa berlayar ke laut lepas membawa pulang barang dagangan
serta pengalamannya selama di dunia luar. Gambar ada pada
relief candi Borobudur. |
|
| Tentang Prasasti
Tugu ini, A.Heuken SJ (Sumber-Sumber Asli Sejarah Jakarta),
menyebutkan bahwa prasasti tersebut berkaitan dengan empat prasasti
tua di Jawa lainnya yang berasal dari masa Purnawarman, penguasa
Kerajaan Tarumanegara. Keempat batu lainnya yang juga ditulis
dalam bahasa Sansekerta adalah: Prasasti Ciaruteun, Prasasti
Cidanghiang (Lebak), Prasasti Kebon Kopi (Ciampea) dan Prasasti
Jambu (Nanggung; sebelah barat Bogor). |
|
| Abad ke 5 Jung-jung
Tionghoa berlayar ke Jawa Barat. Gambar : Jung dari
armada Zheng-Ho, abad ke 15. |
|
|
Pada akhir
abad ke-7, Kerajaan Tarumanegara diduga kuat sudah lenyap.
Daerahnya takluk pada Sriwijaya untuk kemudian pada abad
ke-11 berada pada pengaruh Jawa sebagaimana ditunjukkan
melalui Prasasti Citatih (Cibadak, 1030 M). Tentang istilah
Sunda (Kelapa) itu sendiri baru muncul pada abad ke-10,
sebagaimana Prasasti Kebon Kopi II (942 M) dan sebuah
catatan (buku) Cina yang mengandung uraian tentang Sunda,
Chu-fan-chi, karangan Chau Ju-kua (1178-1225). |
|
| Menurut
Abdurrachman Surjomihardjo (Sejarah Perkembangan Kota
Jakarta), berita-berita tentang adanya masyarakat yang
menetap di daerah Jakarta sekarang ini pasca Purnawarman
hingga datangnya Portugis tidak banyak jumlahnya. Baru
pada awal abad ke-16 terdapat lagi berita-berita mengenai
bekas daerah Purnawarman itu. Di daerah itu muncul pelabuhan
yang dikenal sebagai Sunda Kelapa yang berada dalam pengawasan
kerajaan Hindu Sunda, Kerajaan Pakuan Pajajaran, dengan
Ibukota kerajaannya terletak di sekitar Batutulis (Bogor).
Orang-orang Tionghoa golongan tua yang ternyata telah
cukup lama berkunjung ke kawasan ini kadang masih menyebut
Sunda Kelapa sebagai Kota Yecheng atau Kota Kelapa. |
|

|
| Abad ke 4 kapal-kapal india mengunjungi
Kepulauan Nusantara. Gambar : Kapal dari kepulauan
Maldiva |
|
|
| |
| Selanjutnya
>> |
|
|
 |