|
|
 |
| PENGENDALIAN BANJIR |
| Kondisi Objektif Propinsi DKI Jakarta |
- Luas Jakarta 65.000 Ha;
- 40 % (24.000 Ha) daratan rendah dibawah muka laut pasang
1 s/d 1.5 m;
- Dari 40 % tersebut yang sudaj dilayani dewngan sistem
Polder baru 11.500 Ha;
- Daerah tangkapan hujan yang mempengaruhi Jakarta meliputi
Bopunjur dengan luas 85.000 Ha;
- Air dari hulu mengalir melalui 13 sungai/kali menuju laut
melewati Jakarta;
- Sebagian ruas Ciliwung telah di-revitalisasi, namun beberapa
kali dan ruas kali belum dinormalisasi seperti kali Grogol,
kali Krukut, kali Sunter bahkan pada bantaran kali dijadikan
tempat hunian(bangunan liar) sehingga terjadi penyempitan
penampungan;
- Water ratio wilayah Prop.DKI Jakarta baru mencapai
2,41 % ( target 2010: 4,92 % );
- Pembangunan dan perubahan tataguna lahan di Bopunjur dan
Jabodetabek yang sangat pesat menyebabkan terjadinya penambahan
debit air sungai melampaui kapasitas maksimumnya ( menambah
run-off air );
- Akibat ekploitasi air tanah dalam yang berlebihan dan
beban bangunan bertingkat menyebabkan terjadinya penurunan
tanah (land subsidence), yang menambah daerah rawan
banjir.
|
| Ancaman Banjir |
- Arah Selatan: Kerusakan Lingkungan di Daerah Hulu Sungai
- Arah Utara: Pasang Laut
- Arah Atas: Curah hujan Tinggi
- Arah Bawah:
- Kondisi Topografi Jakarta
- 40 % Berupa Dataran Rendah (1 - 1,5 m) dibawah
muka laut pasang
- Muara 13 Sungai
- Penduduk Jakarta yang padat
- Perubahan Fungsi Lahan
- Penurunan Tanah (Land Subsidence)
|
| Daerah Aliran Sungai Jabodetabek |
 |
|
 |