Beranda Profil Berita Forum Peta Situs Hubungi Kami Cari Informasi  
 
CARI
PROFIL
Visi dan Misi
Tupoksi
Struktur Organisasi
Pimpinan
PRODUK
Perencanaan
Mekanisme
Jangka Pendek
  RKPD
Jangka Menengah
  POLA DASAR 2002 - 2007
  PROPEDA 2002 - 2007
  RENSTRADA 2002-2007
 
Jangka Panjang
  RTRW
  RUPE
  RUPSB
  RPJP
Pengendalian
  Pemantauan
  Evaluasi
Pengkajian & Pengembangan
  Hasil Penelitian
Pustaka
SEKILAS JAKARTA
Jakarta Tempo Dulu
Jakarta Kini
Jakarta Masa Depan
LINK TERKAIT
Bapekodya Jakarta Pusat
Bapekodya Jakarta Utara
Bapekodya Jakarta Barat
Bapekodya Jakarta Selatan
Bapekodya Jakarta Timur
Bapekab Kepulauan Seribu
Bappenas
PROGRAM DEDICATED
Dedicated 2005
Dedicated 2006
Dedicated 2007
KONSEP
Pengendalian Banjir
Transportasi
Sampah
Pemukiman
PENGENDALIAN BANJIR
Kondisi Objektif Propinsi DKI Jakarta
  1. Luas Jakarta 65.000 Ha;
  2. 40 % (24.000 Ha) daratan rendah dibawah muka laut pasang 1 s/d 1.5 m;
  3. Dari 40 % tersebut yang sudaj dilayani dewngan sistem Polder baru 11.500 Ha;
  4. Daerah tangkapan hujan yang mempengaruhi Jakarta meliputi Bopunjur dengan luas 85.000 Ha;
  5. Air dari hulu mengalir melalui 13 sungai/kali menuju laut melewati Jakarta;
  6. Sebagian ruas Ciliwung telah di-revitalisasi, namun beberapa kali dan ruas kali belum dinormalisasi seperti kali Grogol, kali Krukut, kali Sunter bahkan pada bantaran kali dijadikan tempat hunian(bangunan liar) sehingga terjadi penyempitan penampungan;
  7. Water ratio wilayah Prop.DKI Jakarta baru mencapai 2,41 % ( target 2010: 4,92 % );
  8. Pembangunan dan perubahan tataguna lahan di Bopunjur dan Jabodetabek yang sangat pesat menyebabkan terjadinya penambahan debit air sungai melampaui kapasitas maksimumnya ( menambah run-off air );
  9. Akibat ekploitasi air tanah dalam yang berlebihan dan beban bangunan bertingkat menyebabkan terjadinya penurunan tanah (land subsidence), yang menambah daerah rawan banjir.
Ancaman Banjir
  1. Arah Selatan: Kerusakan Lingkungan di Daerah Hulu Sungai
  2. Arah Utara: Pasang Laut
  3. Arah Atas: Curah hujan Tinggi
  4. Arah Bawah:
    1. Kondisi Topografi Jakarta
      1. 40 % Berupa Dataran Rendah (1 - 1,5 m) dibawah muka laut pasang
      2. Muara 13 Sungai
    2. Penduduk Jakarta yang padat
    3. Perubahan Fungsi Lahan
    4. Penurunan Tanah (Land Subsidence)
Daerah Aliran Sungai Jabodetabek
kembali ke atas